Langsung ke konten utama

SRIMANTARY: TAKPALA ITU TEMPAT TIDAK BIKIN BOSAN


Kampung tradisional Takpala nampaknya punya mahnet yang kuat sehingga tidak membuat para pengunjung merasa bosan. Dirasakan wanita cantik, Srimantary Abdul Syukur yang sudah hidup 21 tahun silam di kota karang,  Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT)

Wanita kelahiran Kalabahi, 20 juni 1996 ini mengaku tidak bosan berkunjung ke Takpala. Apalagi ia tertarik dengan pakaian adat dan pernak-pernik serta pemandangan dibawa kaki gunung Taklelang yang sangat strategis."Istimewa" katanya.

"Saya tertarik karna pakaian adat sampe dengan perna-pernik, terus letak kampungnya istimewa. Jadi biar jauh tapi kalau sudah sampai pasti terbayar dengan pemandangan disana" sahut Sry, sebutan nama panggilannya.

"Belum lagi lansung mengenakan pakaian adatnya. Pokonya keren habis sampai-sampai, Sry sudah dua kali ke Takpala, tepatnya dibulan September 2016 dan Agustus kemarin. Takpala itu tempatnya tidak bikin bosan" percikan Sry.

Mahasiswa jurusan akuntansi sektor publik semester tujuh di Politeknik Negeri kupang ini nampaknya penarasan dan tidak bosan mengetahui pakain adat Takpala dan pernak-perni nya.

"Keng" atau Sarong adalah tenun ikat dari pesisir yang kini menjadi pakain adat utama para perempuan dalam setiap ritual adat setelah pergeseran. Mulanya menggunakan kulit kayu yang juga disebut "Kaa". Demikian juga "Nowang" atau Selimut.
.
Pergeseran itu kemungkinan besar disebkan oleh pengetahuan penduduk lokal pesisir terhadap tenun ikat dan sistem BARTER yang kuat pada masa lampau juga dengan masuknya Agama. Konon, "Kaa" hanya digunakan untuk menutupi alat kelamin.

Selain Nowang, Kiti-kiti (Mahkota/Pengikat Kepala), Sora (kalewang), Pet Kafuk (Busur Anak Panah), Baisa (Ikat Pinggang), Koling (Penangkis senjata), dan Kamol (Bakul, siri pinang untul laki-laki) untuk perlengkapan Laki-laki.

Begitu juga selain "Keng", ada lagi Pakai/Fulak (Bakul tempat siri pinang perempuan), Awering (Muti pengikat kepala/ sekrang daun Koli), Fok (Ikat pinggang wanita)  dan Lasing (gelang kaki) adalah perlemkapan untuk para perempuan. Awering adalah sebutan umum untuk semua jenis muti.

Sry pun sebut, penduduknya yang ramah dan terbuka akan membuat kita betah. "bagi saya pokonya kata bosan untuk ke Takpala itu tidak ada. I love there and i need to going back soon.

Di informasikan bahwa Takpala berlokasi di kabupaten Alor (Ntt). Tepatnya di Dusun II, Desa Lebur Barat, Kecamatan Alor Tengah Utara. Ikuti foto-foto model di akun grup facebook "#KOLSENTER (kelompok seni dan tearet)" ***(Danil Takpala)

Note : Pengen baca dalam tulisan bahasa inggris, silahkan kunjungi alamat dibawa ini.
http://www.zonalinenews.com/2017/11/srimantary-said-takpala-is-not-a-boring-place/
https://www.blogger.com/blogger.g?blogID=976743061118349461#editor/target=post;postID=40233400553346927;onPublishedMenu=allposts;onClosedMenu=allposts;postNum=0;src=postnamehttps://danieltakpalalanma.blogspot.co.id/2017/11/srimantary-takpala-itu-tempat-tidak.html

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tara Miti Tomi Nuku, Abui Masa Kini Yang Hidup

RADARNTT, Kalabahi – Bahasa ìbu (daerah) adalah ciri khas kehidupan dan identitas suatu individu atau komunitas tertentu yang harus dijaga dan dilestarikan. Agar tidak punah dan hilang tergerus arus jaman. Kabupaten Alor sebagai salah satu daerah yang unik di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), karena memiliki bahasa ibu yang sangat beragam bisa mencapai empat puluhan bahasa. Salah satu bahasa daerah yang digunakan luas adalah bahasa Abui, bahasa Abui digunakan di tiga kecamatan yaitu, Mataru, Alor Tengah Utara, Alor Barat Daya dan sebagian Lembur dan Alor Selatan. Salah satu semboyan masyarakat Abui yang sangat terkenal adalah Tara Miti Tomi Nuku, semboyan ini masih dikenal sampai saat ini dan menjadi spirit bagi genarasi muda. “Namun, dalam penulisan semboyan ini sering dijumpai banyak kesalahan. Sering orang menulis Taramiti Tominuku, ini salah dan perlu diluruskan agar tidak terbawa terus hal yang salah”, kata Danil Lanma via massangger Senin, (13/11/2017). Ma...

KENALI BUSANA ADAT TAKPALA

Busana adat perempuan (Zoom Alor) KALABAHI-Takpala dikenal sebagai salah satu objek wisata di kabupaten Alor, provinsi nusa tenggara timur (Ntt). Dengan tarian lego-lego dan cakalele serta berbagai ritual adat juga busananya membuat suku Abui dikampung Takpala tersohor dimata dunia. Berikut ini, mengenal lebih dekat busana adatnya. Selain rambut para perempuan digurai (dilepas), alas kaki pun demikian. Alas kaki berlalu juga untuk para laki-laki. Ini disebabkan karena dulu leluhur tidak mengenal yang namanya ikat rambut atau alas kaki. Bicara mengenai busana, konon orang tua menggunakan kulit kayu atau (kaa) dalam bahasa daerah abui. Itu digunakan hanya menutupi bagian tertentu saja (sekitar tahun 33-22-). Ini berlaku untuk perempuan maupun laki-laki. Karena adanya pergeseran, kemudian tenun ikat mulai dikenal dan digunakan. Busana adat laki-laki tempo dulu dan sekarang (Adidjaha & Saad) Tenun ikat ini mula-mula dibawa dari pesisir. Para penjahit pesisi...

Suasana Belajar Bahasa Abui di kelas (SD. GMIT Takalelang)