Langsung ke konten utama

Merlin Said That She Really Deeply Madly In Love With The Exotic Nature Of Alor

(Takpala traditional village)

KALABAHI - Alor Island has a distinctive charm because its beauty and uniqueness are rarely owned by other regions and also not widely known in general for the visitors.

This also experienced directly by Merlin Marini Lulu (23), beautiful girl from Sabu Island who was born, May 20, 1994 ago. Merlin’s figure in the eyes of her colleagues is known as a Traveler.

When seeing the exotic nature of Alor through social media, for Merlin, she fell in love with the beauty and uniqueness of Alor island until she took the time to explore the this nickname regancy of Canary.
 (Fountain Tuti Adagai)

"I do not have a lot of words to explain how I'm amazed with Alor Island, is too long I curious about Alor," Merlin told to NTT UPDATE on Saturday ( 11/11/2017) morning.

Alumni of Artha Wacana Christian University Kupang it tells, while in Alor, she visited the various beauty and uniqueness of Nature that only owned Alor. She also witnessed the cultural parade and tourism through the moment of Alor Expo XI and Alor Carnival IV in August 2017 ago.
(Waterfall Mataru)

"Yesterday just got real, I'm really deeply madly in love and what are the beautiful words, from all the places that I ever visit, Alor the most make in love , "He added. Not only that, Merlin had time to spend time to visit the nature Alor Exotic such as Fountain Tuti Adagai, Waterfall Mataru, Takpala Traditional Village.

Interestingly again, Merlin said that she was able to meet with the living witness of Nipon history in Tamalabang, Pantar Island which is now aged. By locals known as grandfather Musa. "grandfather Musa had time to sing some songs and count in Nipon. Because seriously, I forgot to capture the moment, "the story.
(Grandfather Musa)

In addition to visiting Alor, Merlin added that she has also visited other exotic nature in the province of east nusa tenggara such as fulan-fehan Atambua, Motaain, the 1992 tsunami earthquake in Ende, Bena custom village in Ngada and Maumere natural scenery.

Note : Read in Indonesian version on http://nttupdate.com/eksotik-alor-bikin-jatuh-cinta/

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tara Miti Tomi Nuku, Abui Masa Kini Yang Hidup

RADARNTT, Kalabahi – Bahasa ìbu (daerah) adalah ciri khas kehidupan dan identitas suatu individu atau komunitas tertentu yang harus dijaga dan dilestarikan. Agar tidak punah dan hilang tergerus arus jaman. Kabupaten Alor sebagai salah satu daerah yang unik di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), karena memiliki bahasa ibu yang sangat beragam bisa mencapai empat puluhan bahasa. Salah satu bahasa daerah yang digunakan luas adalah bahasa Abui, bahasa Abui digunakan di tiga kecamatan yaitu, Mataru, Alor Tengah Utara, Alor Barat Daya dan sebagian Lembur dan Alor Selatan. Salah satu semboyan masyarakat Abui yang sangat terkenal adalah Tara Miti Tomi Nuku, semboyan ini masih dikenal sampai saat ini dan menjadi spirit bagi genarasi muda. “Namun, dalam penulisan semboyan ini sering dijumpai banyak kesalahan. Sering orang menulis Taramiti Tominuku, ini salah dan perlu diluruskan agar tidak terbawa terus hal yang salah”, kata Danil Lanma via massangger Senin, (13/11/2017). Ma...

KENALI BUSANA ADAT TAKPALA

Busana adat perempuan (Zoom Alor) KALABAHI-Takpala dikenal sebagai salah satu objek wisata di kabupaten Alor, provinsi nusa tenggara timur (Ntt). Dengan tarian lego-lego dan cakalele serta berbagai ritual adat juga busananya membuat suku Abui dikampung Takpala tersohor dimata dunia. Berikut ini, mengenal lebih dekat busana adatnya. Selain rambut para perempuan digurai (dilepas), alas kaki pun demikian. Alas kaki berlalu juga untuk para laki-laki. Ini disebabkan karena dulu leluhur tidak mengenal yang namanya ikat rambut atau alas kaki. Bicara mengenai busana, konon orang tua menggunakan kulit kayu atau (kaa) dalam bahasa daerah abui. Itu digunakan hanya menutupi bagian tertentu saja (sekitar tahun 33-22-). Ini berlaku untuk perempuan maupun laki-laki. Karena adanya pergeseran, kemudian tenun ikat mulai dikenal dan digunakan. Busana adat laki-laki tempo dulu dan sekarang (Adidjaha & Saad) Tenun ikat ini mula-mula dibawa dari pesisir. Para penjahit pesisi...

Suasana Belajar Bahasa Abui di kelas (SD. GMIT Takalelang)