Langsung ke konten utama

Gara-Gara Merlin, Indah Rambu Tidak Buang Waktu Lama ke Takpala

Gara-Gara Merlin, Indah Rambu Tidak Buang Waktu Lama ke Takpala
Pakaian adat Takpala (Edit)
MAHENSAEXPRESS-KALABAHI-Takpala sudah lama diidam-idamkan oleh Indah Rambu sejak melihat postingan-postingan para pegiat wisata Alor, nampakanya membuat wanita berdara Sumba ini makin penasaran.

Meskipun demikan, Dia masih merasa ragu untuk kesana. Tetapi sejak keberadaan sahabat satu jurusan di Progdi Bahasa Inggris, UKAW Kupang, Merlin Lulu, yang pada Agustus lalu telah berkunjung kesana, Dia pun tidak buang waktu lama untuk menyusul.

“Beta (saya) masih takut pi (pergi ke) Alor. Tapi kemarin Merlin sampai,itu beta sonde (saya tidak) tanya-tanya lae (lagi) pas (waktu) dia kembali kupang (20/10)”Katanya.

Sesampainnya disana (27/10), dia pun lansung memamerkan beberapa foto ke medsos melaui akun facebook pribadinya “Indah Rambu”.

Wanita kelahiran Tama Au, 16 Desember 1994 ini merasa senang karena bukan hanya lihat postingan foto saja “akhirnya beta (saya) sampai juga kemarin. Beta (saya) pergi dengan teman dekat, Andi”Kata Indah.
 
(Andi Photo)
“Hanya saja beta sonde (saya tidak) ikut lego-lego seperti Merlin. Kata mama disana, semua ada pergi ke kebun. Jadi waktu yang beta (saya) punya tidak tepat dengan lego-lego disana”Imbuhnya

“Ritual adat kata penduduk disana,  biasanya hanya dilakukan kalau ada tamu dari luar yang sudah memberitahu dari jauh-jauh hari sebelumnya. Sehingga saat itu warga tidak kemana-mana”Jelasnya.

Walaupun demikian, dia tetap senang karena bisa ke Takpala. “Jadi bukan hanya sekedar lihat saja di medsos, beta (saya) pasti akan kembali lagi karena harus sama seperti Merlin yang kali lalu ikut lansung dalam lingkarang lego-lego dan bisa saksikan semua ritual adat”Tutupnya

Wanita semester akhir di UKAW Kupang ini pun mengaku selain busana adat, ada juga pernak-pernik yang yang menarik dan bagus dari hasil buatan tangan halus mama-mama disana. Selain itu, kampung di bawa kaki gunung Taklelang yang strategis, ramah dan bisa lihat pemandangan laut dari ketinggian.

Perlu diketahui bahwa Indah Rambu sudah sampai di kupang sejak (9/11). Namun hal ini baru terungkap (15/11), kemarin di Kampus UKAW, Kupang.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tara Miti Tomi Nuku, Abui Masa Kini Yang Hidup

RADARNTT, Kalabahi – Bahasa ìbu (daerah) adalah ciri khas kehidupan dan identitas suatu individu atau komunitas tertentu yang harus dijaga dan dilestarikan. Agar tidak punah dan hilang tergerus arus jaman. Kabupaten Alor sebagai salah satu daerah yang unik di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), karena memiliki bahasa ibu yang sangat beragam bisa mencapai empat puluhan bahasa. Salah satu bahasa daerah yang digunakan luas adalah bahasa Abui, bahasa Abui digunakan di tiga kecamatan yaitu, Mataru, Alor Tengah Utara, Alor Barat Daya dan sebagian Lembur dan Alor Selatan. Salah satu semboyan masyarakat Abui yang sangat terkenal adalah Tara Miti Tomi Nuku, semboyan ini masih dikenal sampai saat ini dan menjadi spirit bagi genarasi muda. “Namun, dalam penulisan semboyan ini sering dijumpai banyak kesalahan. Sering orang menulis Taramiti Tominuku, ini salah dan perlu diluruskan agar tidak terbawa terus hal yang salah”, kata Danil Lanma via massangger Senin, (13/11/2017). Ma...

KENALI BUSANA ADAT TAKPALA

Busana adat perempuan (Zoom Alor) KALABAHI-Takpala dikenal sebagai salah satu objek wisata di kabupaten Alor, provinsi nusa tenggara timur (Ntt). Dengan tarian lego-lego dan cakalele serta berbagai ritual adat juga busananya membuat suku Abui dikampung Takpala tersohor dimata dunia. Berikut ini, mengenal lebih dekat busana adatnya. Selain rambut para perempuan digurai (dilepas), alas kaki pun demikian. Alas kaki berlalu juga untuk para laki-laki. Ini disebabkan karena dulu leluhur tidak mengenal yang namanya ikat rambut atau alas kaki. Bicara mengenai busana, konon orang tua menggunakan kulit kayu atau (kaa) dalam bahasa daerah abui. Itu digunakan hanya menutupi bagian tertentu saja (sekitar tahun 33-22-). Ini berlaku untuk perempuan maupun laki-laki. Karena adanya pergeseran, kemudian tenun ikat mulai dikenal dan digunakan. Busana adat laki-laki tempo dulu dan sekarang (Adidjaha & Saad) Tenun ikat ini mula-mula dibawa dari pesisir. Para penjahit pesisi...

Suasana Belajar Bahasa Abui di kelas (SD. GMIT Takalelang)