Langsung ke konten utama

SRIMANTARY: TAKPALA BIKIN KANGEN

Busana adat perempuan (Adidjaha)
KALABAHI-Suasana di kampung adat Takpala kadang-kadang membuat pengunjung tidak puas hanya sekali kesana. Itu dikarenakan, motif tenun ikat khas abui yang masi kental (hitam gelap dengan kombinasi warna garis-garis), pernak-pernik dan keramahan kampungnya. Sebut saja, Takpala dapat bikin kangen.

Nyatanya, kampung yang berlokasi di dusun II, desa lembur barat, kecamatan alor tengah utara (Atu), kabupaten alor, provinsi nusa tenggara timur (Ntt) ini bikin kangen Srimantary Abdul Syukur. Menurutnya, tidak  bisa dia ungkapkan dengan kata-kata begitu saja. "Saya ingin kesana lagi" katanya

"yang buat saya kangen adalah,  pakaian adat,  trus pernak pernik. Apalagi suasana alam yang bersahabat dengan saya bahkan semua orang. Pokonya saya kesana pas libur" imbuh gadis yang berstatus sebagai mahasiswi semester 7 di politeknik negeri kupang, jurusan akuntansi sektor publik ini.
Pernak-pernik/kalung (Adidjaha)


"sebentar lagi sudah libur,  mudah-mudahan tidak ada kendala sehingga bisa lepas kangen dengan Takpala" tutup wanita berdarah kalabahi, Alor yang sejak 21 silam suda di kota karang, kupang. 

Perlu diketahui bahwa, kunjungannya ke alor saat ke takpala pada bulang september 2016 lalu dan agustus 2017 kemarin. Hal itu yang membawanya rasa kangen padanya.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tara Miti Tomi Nuku, Abui Masa Kini Yang Hidup

RADARNTT, Kalabahi – Bahasa ìbu (daerah) adalah ciri khas kehidupan dan identitas suatu individu atau komunitas tertentu yang harus dijaga dan dilestarikan. Agar tidak punah dan hilang tergerus arus jaman. Kabupaten Alor sebagai salah satu daerah yang unik di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), karena memiliki bahasa ibu yang sangat beragam bisa mencapai empat puluhan bahasa. Salah satu bahasa daerah yang digunakan luas adalah bahasa Abui, bahasa Abui digunakan di tiga kecamatan yaitu, Mataru, Alor Tengah Utara, Alor Barat Daya dan sebagian Lembur dan Alor Selatan. Salah satu semboyan masyarakat Abui yang sangat terkenal adalah Tara Miti Tomi Nuku, semboyan ini masih dikenal sampai saat ini dan menjadi spirit bagi genarasi muda. “Namun, dalam penulisan semboyan ini sering dijumpai banyak kesalahan. Sering orang menulis Taramiti Tominuku, ini salah dan perlu diluruskan agar tidak terbawa terus hal yang salah”, kata Danil Lanma via massangger Senin, (13/11/2017). Ma...

KENALI BUSANA ADAT TAKPALA

Busana adat perempuan (Zoom Alor) KALABAHI-Takpala dikenal sebagai salah satu objek wisata di kabupaten Alor, provinsi nusa tenggara timur (Ntt). Dengan tarian lego-lego dan cakalele serta berbagai ritual adat juga busananya membuat suku Abui dikampung Takpala tersohor dimata dunia. Berikut ini, mengenal lebih dekat busana adatnya. Selain rambut para perempuan digurai (dilepas), alas kaki pun demikian. Alas kaki berlalu juga untuk para laki-laki. Ini disebabkan karena dulu leluhur tidak mengenal yang namanya ikat rambut atau alas kaki. Bicara mengenai busana, konon orang tua menggunakan kulit kayu atau (kaa) dalam bahasa daerah abui. Itu digunakan hanya menutupi bagian tertentu saja (sekitar tahun 33-22-). Ini berlaku untuk perempuan maupun laki-laki. Karena adanya pergeseran, kemudian tenun ikat mulai dikenal dan digunakan. Busana adat laki-laki tempo dulu dan sekarang (Adidjaha & Saad) Tenun ikat ini mula-mula dibawa dari pesisir. Para penjahit pesisi...

Suasana Belajar Bahasa Abui di kelas (SD. GMIT Takalelang)