Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari 2017

LINGKARAN LEGO-LEGO WARNAI PELANTIKAN PENGURUS KEMAHNURI KUPANG

LINGKARAN LEGO-LEGO WARNAI PELANTIKAN PENGURUS KEMAHNURI KUPANG Kalabahilanma-Kupang; Agar memangkas sekat-sekat seperti yang disampaikan PJS ketua demisioner  KEMAHNURI, Kupang MB-2015-2017,  Petrus Saldena dan perwakilan orangtua, Gabriel Binna saat membawa sambutan pada acara pelantikan BP yang baru untuk satu periode kedepan, lingkaran lego-lego mewarnai suasana usai dilantik (2/12). Aula asrama mahasiswa pemda alor, penfui, kupang yang menjadi pusat kegiatan pelantikan, itu terlihat pada gambar, orangtua, senior maupun tamu undangan, mengambil bagian dalam irama lagu Tara Miti Tomi Nuku. Tara miti tomi nuku merupakan semboyan orang alor yang selalu dibawa kemana-mana. Itu menjelaskan kesatuan dan persatuan. Hubungannya dalam konteks ini, sekat-sekat yang diutarakan sebelumnya itu harus dibuang, dilepas bagaikan racun mematikan. "kita satu dalam lingkaran lego-lego" Mari bersama, "jadikan Kemahnuri seperti rumah kita," kutip wakil ketua DPRD...

Abner Yetimauh Sebut Zoom Alor Itu Keluarga Takpala

Abner Yetimauh Sebut Zoom Alor Itu Keluarga Takpala Mahensa Express-Kalabahi. Kehadiran Zoom Alor di kampung tradisional Takpala (1/8) kemarin,seakan membuat warga sekitar menjadi kagum dan berbahagia ketika melihat videos bahkan Photos dari lokasih ini. Melirik hal ini, Kepada wartawan, salah satu icon Takpala, Abner Yetimauh sebut Zoom Alor itu keluarga Takpala yang sudah sering tampilkan kampung ini. “Zoom Alor itu keluarga orang Takpala. Dorang sudah promosikan Takpala lewat video dan foto dong, contohnya tadi anak ada kasih tunjuk (lewat postingan di facebook)” kata Abner Dibenarkan oleh Ansel Yetimauh yang pada kesempatan yang sama mendengar lansung ucapan Abner. Dia juga berharap semangat anak anak Zoom Alor dan juga pegiat wisata lainnya selalu promosikan budaya daerah 1000 moko ini. “Bukan hanya Zoom Alor, tapi semua yang cinta dengan budaya, saya harap bisa pamer kita pung kekayaan daerah" sambut Ansel Sejau ini mereka senang dan berterima ...

Gara-Gara Merlin, Indah Rambu Tidak Buang Waktu Lama ke Takpala

Gara-Gara Merlin, Indah Rambu Tidak Buang Waktu Lama ke Takpala Pakaian adat Takpala (Edit) MAHENSAEXPRESS-KALABAHI- Takpala sudah lama diidam-idamkan oleh Indah Rambu sejak melihat postingan-postingan para pegiat wisata Alor, nampakanya membuat wanita berdara Sumba ini makin penasaran. Meskipun demikan, Dia masih merasa ragu untuk kesana. Tetapi sejak keberadaan sahabat satu jurusan di Progdi Bahasa Inggris, UKAW Kupang, Merlin Lulu, yang pada Agustus lalu telah berkunjung kesana, Dia pun tidak buang waktu lama untuk menyusul. “Beta (saya) masih takut pi (pergi ke) Alor. Tapi kemarin Merlin sampai,itu beta sonde (saya tidak) tanya-tanya lae (lagi) pas (waktu) dia kembali kupang (20/10)”Katanya. Sesampainnya disana (27/10), dia pun lansung memamerkan beberapa foto ke medsos melaui akun facebook pribadinya “Indah Rambu”. Wanita kelahiran Tama Au, 16 Desember 1994 ini merasa senang karena bukan hanya lihat postingan foto saja “akhirnya beta (saya) sampai juga kemar...

DYAN GARODA MENGAKU, ENGGAN PULANG DARI TAKPALA

DYAN GARODA MENGAKU, ENGGAN PULANG DARI TAKPALA ZONALINENEWS-KALABAHI-Siapa tak tahu kampung adat Takpala yang terletak di dusun II, Desa Lembur Barat, Kecamatan Alor Tengah Utara, kabupaten Alor provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) ini. Dengan keunikan dan keindahan rumah-rumah adat yang berjejeran serta susunan batu hasil urapan tangan manusia itu akhirnya menghipnotis seorang wanita berkerudung enggan pulang. Dyan Riyani Garoda, wanita kelahiran kupang, 1 juni 1995 itu, kepada wartawan via messenger, mengaku enggan pulang, dikarenakan nyaman dan beta dengan suasana di Takpala. Bukan hanya itu, namun kelembutan hati lewat sapaan dan tangan halus yang menghampirinya membuat semua itu terasa beda. “bukan sekedar tempat yang Indah, Bahasa, rumah tempat tinggal, susunan bebatuan yang Indah serta sapaan yang begitu ramah dari para penghuni Kampung Tradisional Takpala dan dengan hangatnya kopi asli buatan mama Dory, membuat saya enggan untuk pulang. Sudah seperti rumah...

WOW..! TERNYATA ALOR PUNYA KOLAM 7 TINGKAT

WOW..! TERNYATA ALOR PUNYA KOLAM 7 TINGKAT Kolam 7 Tingkat (Zoom Alor) Pulau Alor merupakan salah satu pulau utama di Kabupaten Alor, Provinsi  Nusa Tenggara Timur. Pulau ini menyimpan sejuta keindahan yang tidak bisa didefinisikan dengan kata kata biasa. Dikelilingi pegunungan dan taman bawah laut yang indah membuat Pulau Alor menjadi pulau petualang terbaik dengan sejuta pesona alam dan budaya yang sayang untuk dilewatkan. Sudah menjadi rahasia umum bahwa Pulau Alor menyimpan ragam pariwisata yang berlimpah. Mulai dari wisata budaya, alam, sejarah hingga wisata minat khusus lainnya semua ada di sini. Banyak wisatawan yang memilih Alor sebagai daerah tujuan wisata, namun kebanyakan dari mereka hanya berwisata ke tempat tempat yang memang sudah terexpose. Padahal disamping itu, Pulau Alor masih menyimpan banyak sekali obyek wisata yang belum terjamah tangan tangan manusia, sehingga menjadikannya masih sangat alami dan asri, seperti spot wisata berikut yang akan ...

DI LENGAN WANITA ASAL BRAZIL, ADA TATTO INI

DI LENGAN WANITA ASAL BRAZIL, ADA  TATTO INI Busana adat Takpala (foto; Ami & Peton + Kawana) KALABAHI- Setiap daerah mempunyai representasi yang dapat menunjukan identitas suatu daerah itu sendiri. Sebut saja warna kulit, Bahasa (dialek), bentuk ukiran, peninggalan-peninggalan dan masih banyak lainnya. Apa yang ada dipikiran anda ketika mendengar, melihat atau bahkan membaca tentang Moko, Kenari, jagung titik, Rumah gudang dan kue rambut? Pertama mungkin yang ada dibenak anda yang perna mengetahuinya adalah Pulau Alor. Yah, pulau Alor. Itulah beberapa dari sekian banyak bentuk representasi yang bisah disebutkan sebai identitas Pulau atau orang Alor. Pulau Alor sendiri terletak di Kepulauan Provinsi Nusa Tenggara Timur, Indonesia yang juga adalah sebuah Kabupaten. Dengan beragam budaya dan bahasa serta keramahannya, membuat banyak yang terhipnotis dan tidak membuang-buang waktu untuk bergegas kesana. Salah satunya adalah Kawana Kaw. Wanita berkeb...

KENALI BUSANA ADAT TAKPALA

Busana adat perempuan (Zoom Alor) KALABAHI-Takpala dikenal sebagai salah satu objek wisata di kabupaten Alor, provinsi nusa tenggara timur (Ntt). Dengan tarian lego-lego dan cakalele serta berbagai ritual adat juga busananya membuat suku Abui dikampung Takpala tersohor dimata dunia. Berikut ini, mengenal lebih dekat busana adatnya. Selain rambut para perempuan digurai (dilepas), alas kaki pun demikian. Alas kaki berlalu juga untuk para laki-laki. Ini disebabkan karena dulu leluhur tidak mengenal yang namanya ikat rambut atau alas kaki. Bicara mengenai busana, konon orang tua menggunakan kulit kayu atau (kaa) dalam bahasa daerah abui. Itu digunakan hanya menutupi bagian tertentu saja (sekitar tahun 33-22-). Ini berlaku untuk perempuan maupun laki-laki. Karena adanya pergeseran, kemudian tenun ikat mulai dikenal dan digunakan. Busana adat laki-laki tempo dulu dan sekarang (Adidjaha & Saad) Tenun ikat ini mula-mula dibawa dari pesisir. Para penjahit pesisi...

Ini Alasan George Saad Tertarik Dengan Bahasa Abui

KALABAHI-Banyak ahli bahasa hampir tertarik menuju Indonesia timur untuk melakukan penelitian terhadap bahasa-bahasa didaerah disana. Salah satunya adalah Bahasa Abui di kepulauan Alor, Provinsi Nusa tenggara timur (NTT). Bagaimana tidak, selain struktur bahasanya yang menarik namun menurut peneliti-peneliti terdahulu, bahasa abui bukan termasuk keluarga bahasa Austronesian. Setelah Prof. Franticek Kratochvil (asal Ceko) dan Benediktus Delpada (Pengguna bahasa) yang dalam penelitiannya berhasil menciptakan kampus pengantar bahasa Abui edisi pertama ditahun 2008, muncullah peneliti-peneliti lain seperti calon doktor dari universitas Hawai’i, Amerika Serikat Blake Amanda Lee dan universitas Leiden, Belanda, tempat Kratochvil berkulia, george saad. Saad  yang berhasil dikonfirmasih via messenger, (8/10), mengaku tertarik dengan bahasa daerah Abui kerena memiliki struktur yang menarik. Misalnya satu kalimat tetapi bisah punya makna yang berbeda, seperti  “Afu Nee” b...

SRIMANTARY: TAKPALA BIKIN KANGEN

Busana adat perempuan (Adidjaha) KALABAHI-Suasana di kampung adat Takpala kadang-kadang membuat pengunjung tidak puas hanya sekali kesana. Itu dikarenakan, motif tenun ikat khas abui yang masi kental (hitam gelap dengan kombinasi warna garis-garis), pernak-pernik dan keramahan kampungnya. Sebut saja, Takpala dapat bikin kangen. Nyatanya, kampung yang berlokasi di dusun II, desa lembur barat, kecamatan alor tengah utara (Atu), kabupaten alor, provinsi nusa tenggara timur (Ntt) ini bikin kangen Srimantary Abdul Syukur. Menurutnya, tidak  bisa dia ungkapkan dengan kata-kata begitu saja. "Saya ingin kesana lagi" katanya "yang buat saya kangen adalah,  pakaian adat,  trus pernak pernik. Apalagi suasana alam yang bersahabat dengan saya bahkan semua orang. Pokonya saya kesana pas libur" imbuh gadis yang berstatus sebagai mahasiswi semester 7 di politeknik negeri kupang, jurusan akuntansi sektor publik ini. Pernak-pernik/kalung (Adidjaha) "sebe...

Tara Miti Tomi Nuku, Abui Masa Kini Yang Hidup

RADARNTT, Kalabahi – Bahasa ìbu (daerah) adalah ciri khas kehidupan dan identitas suatu individu atau komunitas tertentu yang harus dijaga dan dilestarikan. Agar tidak punah dan hilang tergerus arus jaman. Kabupaten Alor sebagai salah satu daerah yang unik di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), karena memiliki bahasa ibu yang sangat beragam bisa mencapai empat puluhan bahasa. Salah satu bahasa daerah yang digunakan luas adalah bahasa Abui, bahasa Abui digunakan di tiga kecamatan yaitu, Mataru, Alor Tengah Utara, Alor Barat Daya dan sebagian Lembur dan Alor Selatan. Salah satu semboyan masyarakat Abui yang sangat terkenal adalah Tara Miti Tomi Nuku, semboyan ini masih dikenal sampai saat ini dan menjadi spirit bagi genarasi muda. “Namun, dalam penulisan semboyan ini sering dijumpai banyak kesalahan. Sering orang menulis Taramiti Tominuku, ini salah dan perlu diluruskan agar tidak terbawa terus hal yang salah”, kata Danil Lanma via massangger Senin, (13/11/2017). Ma...

GUA KELELAWAR DI PANTAI SELATAN ALOR,NTT

Dari sejumlah keindahan dan keunikan alam di pulau alor, propinsi nusa tenggara timur (NTT), kebanyakan orang lebih mengenal dan sering berkunjung ke arah Timur, tengah, utara dan Barat. Mulai dari panorama alam, Pantai, pegunungan dan suku-suku Tradisional itu akan jadi pusat perkunjungan disana. Namun tidak disadari bahwa ada beberapa keunikan Alam di Pantai Selatan. Yah, Pantai selatan. Sebut saja Gua kelelawar di desa kiraman, kecamatan Alor Selatan yang  juga merupakan pusat kerajaan Batulolong.Gua ini mempunyai nama yang mungkin membuat anda bertanya, kenapa kelelawar? Disana, terdapat ratusan ribu kelelawar yang bisah anda temui pada siang atau malam hari pada saat air laut surut. Inilah yang membuat gua itu memiliki nama kelelawar. Bukan hanya Gua Kelelawar, namun dipantai selatan anda juga bisa melihat batu yang berbetuk Manusia. itu berada di satu lokasi yang bernama Ikami. selain itu, ada muara air silalmusu atau (Eigor) dalam bahasa daerah Kiraman dan tanjun...

INI DIA WANITA PECANDU TURBAN

KALABAHI-Sebagai generasi muda Alor, masing-masing kita punya cara untuk mempopulerkan dan melestarikan kekayaan budaya, adat istiadat, dalam hal ini melestarikan peninggalan leluhur. Ada yang hanya melakukannya dengan biasa-biasa saja, namun ada yang jadi pecandu. Sama halnya dengan Wanita berakun facebook, No Ayu, yang dengan caranya sendiri melestarikan tenun ikat. Novita Ayu Oilsana, itulah nama wanita pecandu turban itu. Wanita kelahiran Monbang, 27 april 1993 ini sejak 3 tahun terakhir, terlihat selalu memakai Turban dalam perjalanannya keman-mana. Baik itu perjalan mempromisikan objek wisata bersama rekannya Michel “Vj Mike” Dakahamapu, maupun disetiap acara. “Awalnya hanya sekedar gaya-gayaan saja untuk mempercantik koleksi foto-foto, eh malah sekarang menjadi candu. Sama seperti atribut kenegaraan yang ketika tidak digunakan itu terasa ada yang kurang dan belum lengkap” seperti yang dikutip pada kronologi akun facebooknya. Dalam misi memperkenalkan tenun ikat Alor...

DIA MULAI CINTA ALOR LEWAT POSINGAN FOTO

(Pantai Hula) KALABAHI-Kebanyakan kita masih malas tau dengan identitas. Itu ditunjukan ke publik dengan foto-foto gaya hidup anak jaman now. Lupa bahkan malas memamerkan identitas keberadaannya. merasa minder, malu, kuno/ketinggalan dan lain-lain. Sebut saja seperti akun palsu. Tidak demikian dengan kids jaman now satu ini. Melly Chaterina Outang. Sejak tanggal 29 agustus lalu, terlihat tidak menggantikan foto profilnya. Ketika ditanyakan, dia pun menyesal karena hanya memiliki beberapa foto saja tentang Alor. "saya menyesal karna baru kali ini saya terinspirasi dari para pemerhati objek wisata Alor di medsos. Kalau libur, saya mau foto sebanyak-banyaknya dan posting" kata mahasiswa Undana semester 3 ini. Wanita kelahiran kalabahi, 24 mei 1999 ini kelihatannya sangat menyesal sebab, hanya ada 3 foto yang menurutnya jadi kenang-kenagan dan diposting. Foto itu seperti kampung adat Takpala, Pantai Hula, dan 1 foto busana adat dari suku kabola (kulit kayu). ...

Walaupun Dewasa di Kupang, Srimantary Cinta Wisata Alor

                          (kampung adat Takpala)                              (pantai padang garam) KALABAHI-Objek wisata Alor, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), yang tiada hari tanpa exist di media sosial (Medsos), oleh para pencinta dan pemerhatinya membuat banyak netisen dari luar daerah pun ikut-ikutan. Sebut saja Srimantary yang cinta Wisata Alor. Wanita dengan nama lengkap, Srimantary Abdul Syukur ini mangaku cinta dengan wisata Alor. Dia lahir di kalabahi pada 21 tahun silam, namun selama itu, dibesarkan di kota karang, Kupang. “Suda dua kali saya ke Alor, tepatnya september tahun lalu (2016), dan tahun ini (2017). Ketika ke Alor, menjadi inspirasi tersendiri untuk mempromosikan wisata Alor setelah wisudah nanti karena saya cinta wisata Alor. Akan tetapi, saya pasti ke Alor setiap ada kesempatan libur,” katanya. Hal itu...

Merlin Said That She Really Deeply Madly In Love With The Exotic Nature Of Alor

(Takpala traditional village) KALABAHI - Alor Island has a distinctive charm because its beauty and uniqueness are rarely owned by other regions and also not widely known in general for the visitors. This also experienced directly by Merlin Marini Lulu (23), beautiful girl from Sabu Island who was born, May 20, 1994 ago. Merlin’s figure in the eyes of her colleagues is known as a Traveler. When seeing the exotic nature of Alor through social media, for Merlin, she fell in love with the beauty and uniqueness of Alor island until she took the time to explore the this nickname regancy of Canary.   (Fountain Tuti Adagai) "I do not have a lot of words to explain how I'm amazed with Alor Island, is too long I curious about Alor," Merlin told to NTT UPDATE on Saturday ( 11/11/2017) morning. Alumni of Artha Wacana Christian University Kupang it tells, while in Alor, she visited the various beauty and uniqueness of Nature that only owned Alor. She al...

SRIMANTARY: TAKPALA ITU TEMPAT TIDAK BIKIN BOSAN

Kampung tradisional Takpala nampaknya punya mahnet yang kuat sehingga tidak membuat para pengunjung merasa bosan. Dirasakan wanita cantik, Srimantary Abdul Syukur yang sudah hidup 21 tahun silam di kota karang,  Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) Wanita kelahiran Kalabahi, 20 juni 1996 ini mengaku tidak bosan berkunjung ke Takpala. Apalagi ia tertarik dengan pakaian adat dan pernak-pernik serta pemandangan dibawa kaki gunung Taklelang yang sangat strategis."Istimewa" katanya. "Saya tertarik karna pakaian adat sampe dengan perna-pernik, terus letak kampungnya istimewa. Jadi biar jauh tapi kalau sudah sampai pasti terbayar dengan pemandangan disana" sahut Sry, sebutan nama panggilannya. "Belum lagi lansung mengenakan pakaian adatnya. Pokonya keren habis sampai-sampai, Sry sudah dua kali ke Takpala, tepatnya dibulan September 2016 dan Agustus kemarin. Takpala itu tempatnya tidak bikin bosan" percikan Sry. Mahasiswa jurusan akuntansi ...

Abui Yai

Suasana Belajar Bahasa Abui di kelas (SD. GMIT Takalelang)