Langsung ke konten utama

KONSUMERIS



          BAB  I
PENDAHULUAN

1.1         Latar belakang masalah

Dalam kehidupan manusia tidak terlepas dengan latar belakang ekonomi, politik, social, budaya. Hai ini sangat mengakibatkan sehingga adanya peralihan budaya. Pada awalnya budaya yang dianut oleh masyarakat Indonesia umumnya dan kususnya Nusa Tenggara Timur (NTT) dikenal dengan keramahan dan tingginya kerukunan. Hal ini mulai pudar karena dipengaruhi oleh  adanya perkembangan  yang diikuti sesuai dengan polah perubahan zaman.
Perubahan ini ditandai dengan adanya kemajuan teknologi yang semakin pesat dalam kehidupan objektif. salah satu penyebab dari masalah ini adalah pengaruh Hedonisme. Hedonisme adalah pandangan hidup yang dimana kesenagan dan kenikmatan materi adalah semata-mata tujuan utama dalam hidup. Hal ini juga dikemukakan oleh DEMOKRITOS ( 460-371), yang mengajarkan bahwa aturan aturan praktis menunjukan idealisme tertinggi. Manusia hendaknya mengusahakan keadilan. “ bukan setiap nikmat, melinkan nikmat dari keindahan itulah yang di cari “  meskipun begitu, menurut demokritos nilai tertinggi adalah apa yang enak. Dengan demikian, anjuran untuk hidup dengan baik berkaitan dengan suatu kerangkah pengartian hedonisme. Dari pandangan demokritos diatas menunjukan bawha apa yang dicari oleh manusia itu merupakan nilai tertinggi dari keindahan dan kenikmatan manusia.
1.2         Identifikasih masalah 
Dari uraian latar belakang diatas, maka maslah dapat diidentifikasih sebagai berikut pengaruh hedonisme juga sudah muncul di NTT. kenyataan hal tersebut memang benar adanya, seperti : ramainya tempat hiburan malam, anak muda sudah banyak yang mabuk-mabukan yang berakibat pada keributan dan lebih parah dari itu adalah maraknya pencinta sesama jenis di Indonesia umumnya, dan pada kususnya yang terjadi di NTT . Tidak hanya itu dampak lain yang diterima  akibat hedonisme adalah banyaknya pelajar yang malas untuk belajar atau tidak ada lagi semangat untuk belajar akibat kesenangan yang memanjakan mereka kususnya mahasiswa/I yang berdomsili di kos-kosan. Selain itu sudah banyak pula masyarakat di NTT yang terlalu mengagungkan kesenangan duniawi, sehingga lupa akan tujuan hidupnya dan hubungan silahturahmi di Daerah kita tercinta ini yang telah redup, baik mahasiswa dengan mahasiswa itu sendiri atau pemuda/i, maupun dengan masyarakat luas karna mereka mementingkan diri sendiri tanpa melihat di lingkungan sekitar (egoism). Hal inilah yang bisa membuat budaya-budaya di daerah kita yang tercina ini mulai di lupakan oleh pemiliknya sendiri diakibatkan ke ikut sertaannya dengan gaya hidup hedonisme.


1.3       Rumusan masalah
Berdasarkan identifikasih masalah diatas, dapat dirumuskan permasalahan penelitian ini, yaitu apakah ada pengaruh hedonis terhadap sikap, tindakan, serta perilaku mahasiswa/i.  Dan apakah ada hubungannya dengan perkembangan teknologi….?
1.4      Tujuan penelitian 
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada hubungan hedonism terhadap sikap, tindakan, serta perilaku mahasiswa/I NTT.  Dan apakah ada hubungangan adanya perkembangan teknologi.
1.5       Manfaat penelitian
       Teoritis
Penelitian ini dapat memberikan informasih mengenai perkembangan kehidupan dalam lingkungan masyarakat pada umumnya dan lingkungan, kususnya akademisi yang penekanannya pada gaya hidup yang bersifat hedonisme di Era modernisasi saat ini serta optimalisasi dari bimbingan dan konseling  agama, buday, dan pendidikan di NTT.
       Praktis
Dapat memberikan masukan bagi mahasiswa/I mengenai dampak dari gaya hidup yang bersifat bebas atau hedonis yang dimaksud.

                                                                        BAB II
    TINJAUAN PUSTAKA
2.1        Hedonisme 
Hedonisme adalah suatu pandangan yang mengajarkan bahwa kepuasan dan kenikatan dari suatu barang ( materil ) merupakan tujuan utama hidup manusia yang dicari. Jadi bisa dikatakan bahwa para penganut hedonisme ini lebih mementingkan kesenangannya.
Menurut PHYTAGORAS (570-496 SM), Ia penganut ajaran reingkarnasi yang berpendapat bahwa badan merupakan kubur jiwa (soma-sema, ‘tubuh-kubur’) agar jiwa dapat bebas dari badan manusia dan perlu menempu jalan pembersian dalam kehidupan bersama, persahabatan, persaudaraan semua orang yang merupakan nilai tertinggi.
 Menurut filsuf Epicurus (341-270 SM) yang memopulerkan paham hedonisme, suatu paham yang menganggap kesenangan dan kenikmatan materi adalah tujuan yang paling utama dalam hidup. Filsafatnya dititikberatkan pada etika yang memberikan ketenangan batin. Kalau manusia mempunyai ketenangan batin, maka manusia mencapai tujuan hidupnya.

Menurut filsuf Aristipus of Cyrine (435-366 SM), sesungguhnya kesenangan merupakan rasa dari watak yang lemah lembut dan merupakan tujuan yang sebenarnya dari kehidupan. Semua kesenangan nilainya sama, tetapi berbeda dalam tingkat lamanya, kesenangan harus dikendalikan oleh akal. Pengendalian melalui mekanisme pemikiran (akal) tidak lain adalah usaha "rasionalisasi” keadaan yang didasarkan atas upaya penyesuaian antara keinginan sebagai tujuan dengan penyesuaian melalui pendekatan moral/etika terhadap nilai-nilai sosial dan spiritual. Keadaan demikian menjamin tercapainya keseimbangan antara tujuan material dan spiritual, sehingga secara individual tercapai kepuasan batin yang sempurna.
Menurut Aristoteles (384-322 SM), Tujuan terakhir perbuatan manusia dan yang diinginkan oleh semua manusia adalah kebahagiaan (eudaimonia). Kebahagian yang tertinggi bagi manusia terletak dalam perwujudan dan kesempurnaan dari perbuatan itu sendiri. Menurut aristoteles, ada dua macam keutamaan, yaitu keutamaan akal (dianoetikai) dan keutamaan etis (etikai). Keutamaan akal menyangkut cara berfikir yang tepat, yang nilainya lebih tinggi daripada keutamaan etis. Keutamaan ini terdiri dari lima hal yaitu phronesis atau dasar kesusilaan, tehne atau kecapan seni, episteme atau ilmu pengetahuan, nus atau pengertian asas dan sophia atau kearifan.

2.2       Tantangan global
Pertanyaan yang kemudian muncul adalah bagaimana mahasiswa/i membentuk dan menjaga keseimbangan tujuan hidup dalam tantangan hidup dan perkembangan teknologi yang sangat pesat ini. Perubahan politik, sosial, budaya dan ekonomi yang terjadi di NTT telah berimplikasi sangat luas pada peri kehidupan masyarakat dalam berbangsa, bernegara, bermasyarakat, maupun dalam kehidupan sosial-budaya dan ekonomi. Pada era global, peningkatan daya saing menjadi hal yang utama.
Menurut  D. Callahan dalam Zubair (1997) membedakan teknologi dalam 5 tipe. Klasifikasi tersebut dimaksudkan untuk melihat potensi berbagai teknologi sekaligus memahami dampaknya atas kehidupan manusia. Kelima teknologi tersebut adalah: (1) Teknologi konservasi; membantu kita menyesuaikan diri dengan alam dan bertahan hidup dalam aneka macam lingkungan; (2) Teknologi perbaikan, yang memungkinkan kita memenuhi kebutuhan kita atau melampaui batas kemampuan alamiah kita; (3) Teknologi implikasi, bertujuan membantu dalam implementasi teknologi-teknologi lain misalnya komputer; (4) Teknologi destruktif, dirancang dengan maksud utama penghancuran. Teknologi ini dapat mencapai tujuannya melalui manipulasi kontrol atau hanya dengan kemampuan untuk memusnahkan; (5) Teknologi kompensatoris, teknologi yang digunakan untuk membantu menangani efek-efek teknologi lain atas kehidupan manusia.
 Menurut PLATO, dunia jasmani seakan-akan meniru dunia rohani. Jadi relitas yang sebenarnya bersifat rohani olehnya disebut IDEA.

2.3       Analisis teori
Kata hedonisme diambil dari Bahasa Yunani yaitu polytoni ( c|ἡδονισμός ) ''hēdonismos'' dari akar kata ( polytonic|ἡδονή ) ''hēdonē'', artinya "kesenangan". Hedonisme sendiri muncul pada awal sejarah filsafat sekitar tahun 433 SM. Hedonisme ingin menjawab pertanyaan filsafat "apa yang menjadi hal terbaik bagi manusia?"  dan “apa yang sebenarnya menjadi  tujuan akhir dari manusia”. Namun dapat menjawab bahwa yang menjadi hal terbaik bagi manusia adalah “kesenangan”,  juga hal inilah yang merupakan terbaik bagi manusia dalam kehidupannya kususnya mahasiswa yang disebut sebagai kaum intelektual.  Berbicara dalam konsep hedonisme adalah dimana suatu pandangan yang beranggapan bahwa kesenangan dan kepuasan  merupakan tujuan utama hidup manusia yang dicari. Hal ini dapat saja terlihat di zaman era modernisasi saat ini Salah satu  bentuk perkembangan adalah hadirnya “media”  televise, computer dll yang mempunyai dampak positif dan negatif. Dampak positif dari media telefisi dan computer adalah sebagai salah satu alat komunikasi dan informasih yang selalu memberikan informasih dari suatu tempat atau dareh tertentu serta tayangan-tayangannya kepada orang lain, selain itu juga alat untuk membantu, mempermudah dan mempercepat aktifitas akademika. Juga adapun dampak negatif dari media telefisi dan computer tersebut salah satu dampak adalah iklan mengapa karena seluruh tawaran kehidupan yang ditawarkan melalui media-media tersebut dengan menggunakan iklan agar menarik rasah simpati dan perhatian serata ketertariakan para penonton atau penerima informasih terhadap suatu barang dengan tujuan barang tersebut dapat habis terjual misalnya contoh pada salah satu iklan kalau kamu ngak pakai celana umpan maka kamu ngak gaul, keren dan lain sebagainya. Inilah yang mengakibatkan sehingga psikologi masyarakat maka dengan sendirinya masyarakatpun akan terhegemoni tawaran iklan tersebut serta mengikutinya. Dengan demikian Maka dengan sendirinya nilai-nilai kemanusiaan yang pada awalnya di anut oleh masyarakat setempat, kususnya masyarakat NTT dari rasa kepedulian terhadap sesama  manusia, saling bergotong royong, dan juga saling membantu satu sama lainnya sudah mulai pudar dan bahkan hilang. Hal tersebut diakibatkan oleh karena adanya perkembangan globalisasi yang begitu pesat telah mendunia dalam dimensi kehidupan manusia, yang  kemudianya akan melahirkan orang-orang yang bersifat konsumerisme serta individualisme. Konsumerisme adalah suatu paham yang memandang   barang dijadikan sebagi tolak ukur kebahagiaan yang dimana dikejar oleh setiap manusia demi mempertahankan akan eksitensi dirinya  tanpa melihat nilai dari suatu barang tersebut. Sedangkan individualisme adalah suatu paham yang mengajarkan akan kepentingan pribadi atau diri sendiri tanpa melihat kepentingan secara bersama di lingkungan sekitarnya. Maka tidak heran hal ini dapat berpengaruh pada perilaku seseorang yang kemudiannya akan menimbulkan terjadinya mabuk mabukan, dan berfoya foya dengan apa yang dimilikinya. Dengan demikian  dapat dikatakan Orang orang seperti ini adalah cirri-ciri orang yang bersifat:
         Netralitas efektif. Pandangan ini lebih Bersikap acuh tak acuh terhadap sesama manusia hingga tidak mempedulikan  terhadap lingkungan sekitarnya jika tidak ada sangkut-pautnya dengan kepentingan pribadinya. Misalnya contoh membuka hiburan sampai pada larutan malam tanpa melihat situasi dan kondisi ( dengan  tidak mempertimbangkan secara baik,  mungkin ada yang sementara mengalami kesakitan ataukah mungkin ada juga yang sedang belajar dll ).
          Orientasi diri, pandangan ini lebih menonjolkan kepentingan sendiri atau pribadi tidak segan segan menentang jika dirasakan melanggar kepentingannya. Misalnya contoh
         Prestasi pandangan ini lebih mengejar pada prestasi oleh karena dengan prestasi seseorang di dorong untuk terus maju. Misalnya contoh
         Spesifitas, dari pandangan ini lebih Menujukkan pada sikap secara jelas dan tegas dalam hubungan antar pribadi, artinya maksud atau niat yang ingin untuk disampikan tanpa basa-basi. Misalnya contoh  mendesak orangtua secepat mungkin mengirimkan unag untuk membelih sepatu  baru dengan tidak  mempertimbangkan kondisi ekonomi orangtua.

Untuk lebih jelasnya kita biasah lihat pada gambar berikut ini minum-minuman keras yang dilakukan oleh penganut-penganut budaya hedonisme yang lebih mengutamakan kesenangan, berfoya-foya yang penting enak atau lebih spesifiknya adalah kepuasan dan  bagaimana para penganut konsep, paham atau budaya konsumerismme yang dimana berbelanja dan berbelanja terus tanpa melihat kondisi dari nilai suatu barang.      












Bertolak dari pandangan tersebut diatas, jika dikajai dari  perspektif etika dan moral sangat bertentangan dengan dengan hal tersebut. Mengapa? Karena gaya hidup yang berlebihankan akan membawakan dampak terhadap kehilangan etika dan moral. Yang dimana gaya hidup ini lebih mengutamakan kepentingan diri sendiri tanpa melihat sesama di lingkungan sekitarnya.
Oleh karena itu, Maka plato menghantarkan kita untuk merenungkan hidup ini kepada konsep alkitap bahwa Allah itu sunggu nyata dan ada. Maka konsep kebenaran itu sunggu ada pada alkitab itu sendiri sebagai suara Allah yang tertulis.
       Kasihilah sesama manusiamu seperti dirimu sendiri (matius, 22: 39). Dari ayat tersebut diatas ini dapat mengingatkan kepada kita untuk bagaimana kita saling mengasihi, saling berbagi, menolong, membantu dalam berbagai hal.
       Juga berdasarkan pada landasan alkitab yang terus mengingatkan kepada kita bahwa; “ janganlah kamu mengumpulkan harta dibumi.” ( matius, 6 : 19). Pada ayat ini secara tegas memberitahukan kepada kita manusia bahwa semua kekayaan yang dicari dimuka bumi ini tidak ada artinya bagi kehidupan kita, artinya bahwa semua yang di cari oleh manusia di bumi ini pada suatu saat nantinya semuanya akan hilang lenyap dan tidak dapat dimiliki oleh seorangpun karena harta dan kekayaan yang dimiliki hanyalah bersifat sementara. Dengan demikian maka “carilah dahulu kerajaan ALLAH maka semuanya akan ditambahkan kepadanya”.  





         BAB  III
   METODOLOGI    

3.1       Operasional konsep

Untuk menghindari terjadinya perbedaan pemahaman dalam mengartikan konsep-konsep dalam tulisan ini maka pengaruh hedonisme terhadap sikap, tindakan, serta perilaku mahasiswa/I secara khusus, dan apakah ada penyebap dari teknologi terhadap perubahan perilaku mahasiswa/i sebagai kunci dalam penelitian ini. Untuk itu perluh dioperasionalisasikan sebagai berikut:
            Hedonisme adalah suatu pandangan hidup yang dimana kesenagan dan kenikmatan materi merupakan tujuan utama hidup manusia secara umum dan di dalamnya meliputi dimensi-dimensi kehidupan yang dapat berpengaruh pada sikap dan tindakan seseorang.
            Teknologi adalah suatu alat yang digunakan untuk mempermuda serta meperlancar segalah aktifitas yang dikerjakan oleh manusia secara umum.
            Dari definisi operasionalisasi diatas yang menjadi indicator empiric adalah perubahan budaya serta sikap dan tindakan manusia menjadi  konsumen.

3.2       Tempat dan waktu penelitian.
       Tempat. Tempat penelitian ini adalah di oesapa kelurahan kelapa lima Tahun 2013.
       Waktu. Penelitian ini dilaksanakan selamah 2 minggu.

3.3        Prosedur penelitian
Demih mempermudah penulis dalam melakukan penelitian maka penulis juga menyusun prosedur penelitian dengan sederhana dan mendapatkan data yang cukup akurat seperti dengan judul dan permasalahannya. Penulis akan menggunakan deskriptif. Tujuannya adalah untuk menyampaikan sebuah informasih tentang suatu budaya gaya hidup baru yang sudah di anut oleh kelompok-kelompok tertentu lebih khusus perspektif terhadap ahasiswa/I di NTT.

3.4       Metode penelitian
Sesuai dengan permasalahan yang diteliti, maka penelitian ini dapat diklasifikasihkan sebagai penelitian deskriptif yakni penulis hanya bisa memberikan sebuah gambaran tentang gaya hidup yang bersifat hedonisme. 



3.5       Populasi dan sampel
       Populasi.
Populasih dalam penelitian ini adalah seluruh masyarakat Indonesia pada umumnya dan mahasiswa/I NTT  pada kususnya.
       Sampel.
Sampel yang diambil dari penelitian ini adalah mahasiswa- mahasiswi yang berada di Asrama nekamese Oesapa. 
3.6       Kesimpulan
Dari pembahasan diatas, maka dapat ditarik suatu kesimpulan bahwa budaya gaya hidup yang bersifat hedonisme ini, sudah mulai dianut oleh
masyarakat Indonesia pada umumnya yang dimana mengejar “materil” sebagai kenikmatan dan kepuasan dalam kehidupannya.
3.7       Kritik dan Saran
Penelitian ini masih jau mengalami kekurangan kekurangan dari apa yang diharapkan. Oleh karena itu maka penulis sangat membutuhkan kritik dan saran dari pembaca demi penyempurnaan atas penelitian ini agar karya-karya lainaya kedepan boleh menjadi yang lebik baik dari karya sebelumnya.


DAFTAR PUSTAKA


PHYTAGORAS (570-496 SM), DEMOKRITOS ( 460-371), DEMOKRITOS ( 460-371),
Epicurus (341-270 SM), Aristipus of Cyrine (435-366 SM), http://www.kompasiana.com/tamtowi, Aristoteles (384-322 SM), D. Callahan
ALKITAB (matius, 22: 39)
ALKITAB ( matius, 6 : 19)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tara Miti Tomi Nuku, Abui Masa Kini Yang Hidup

RADARNTT, Kalabahi – Bahasa ìbu (daerah) adalah ciri khas kehidupan dan identitas suatu individu atau komunitas tertentu yang harus dijaga dan dilestarikan. Agar tidak punah dan hilang tergerus arus jaman. Kabupaten Alor sebagai salah satu daerah yang unik di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), karena memiliki bahasa ibu yang sangat beragam bisa mencapai empat puluhan bahasa. Salah satu bahasa daerah yang digunakan luas adalah bahasa Abui, bahasa Abui digunakan di tiga kecamatan yaitu, Mataru, Alor Tengah Utara, Alor Barat Daya dan sebagian Lembur dan Alor Selatan. Salah satu semboyan masyarakat Abui yang sangat terkenal adalah Tara Miti Tomi Nuku, semboyan ini masih dikenal sampai saat ini dan menjadi spirit bagi genarasi muda. “Namun, dalam penulisan semboyan ini sering dijumpai banyak kesalahan. Sering orang menulis Taramiti Tominuku, ini salah dan perlu diluruskan agar tidak terbawa terus hal yang salah”, kata Danil Lanma via massangger Senin, (13/11/2017). Ma...

KENALI BUSANA ADAT TAKPALA

Busana adat perempuan (Zoom Alor) KALABAHI-Takpala dikenal sebagai salah satu objek wisata di kabupaten Alor, provinsi nusa tenggara timur (Ntt). Dengan tarian lego-lego dan cakalele serta berbagai ritual adat juga busananya membuat suku Abui dikampung Takpala tersohor dimata dunia. Berikut ini, mengenal lebih dekat busana adatnya. Selain rambut para perempuan digurai (dilepas), alas kaki pun demikian. Alas kaki berlalu juga untuk para laki-laki. Ini disebabkan karena dulu leluhur tidak mengenal yang namanya ikat rambut atau alas kaki. Bicara mengenai busana, konon orang tua menggunakan kulit kayu atau (kaa) dalam bahasa daerah abui. Itu digunakan hanya menutupi bagian tertentu saja (sekitar tahun 33-22-). Ini berlaku untuk perempuan maupun laki-laki. Karena adanya pergeseran, kemudian tenun ikat mulai dikenal dan digunakan. Busana adat laki-laki tempo dulu dan sekarang (Adidjaha & Saad) Tenun ikat ini mula-mula dibawa dari pesisir. Para penjahit pesisi...

Suasana Belajar Bahasa Abui di kelas (SD. GMIT Takalelang)